Kamis, 30 Mei 2013

Hitungan selamatan orang meninggal


Hari
Hari & pasaran  
3 hari
7 hari
40 hari
100 hari
1 thn/ pedak
1000 hari
sanin
rabu
minggu
jum'at
selasa
kamis
sabtu
selasa
kamis
sanin
sabtu
rabu
jum'at
minggu
rabu
jum'at
selasa
minggu
kamis
sabtu
sanin
kamis
sabtu
rabu
sanin
jum'at
minggu
selasa
jum'at
minggu
kamis
selasa
sabtu
sanin
rabu
sabtu
sanin
jum'at
rabu
minggu
selasa
kamis
minggu
selasa
sabtu
kamis
sanin
rabu
jum'at

Pasaran

pahing
wage
pon
legi
legi
kliwon
legi
pon
kliwon
wage
pahing
pahing
legi
pahing
wage
legi
kliwon
pon
pon
pahing
pon
kliwon
pahing
legi
wage
wage
pon
wage
legi
pon
pahing
kliwon
kliwon
wage
kliwon

Keterangan
Untuk menentukan bulanya silahkan baca keterangan di bawa ini
Untuk selamatan 100 harinya, silahkan ambil 3 bulan, di mulai bulan  meninggalnya. Contah misal meninggal Bulan Suro, Hari Senen pahing. Jadi anda menghitungnya mulai bulan suro, sapar, maulud, nah berarti untuk selamatan 100 harinya jatuh pada bulan Maulud, Hari Selasa legi. Untuk mengetahui harinya silahkan anda lihat table di atas, di situ sudah ada hari dan pasaranya

Untuk selamatan pendak tahunya, berarti selamatanya pas pada bulan meninggalnya. Contoh kalau bulan suro ya di selamati bulan suro. Kalau harinya silahkan lihat table di atas.

Untuk selamatan seribu hari, caranya sama seaperti yang atas. Cara menghitungnya setelah dapat 3 tahun dari meninggalnya lalu di tambah  10 bulan di mulai dari bulan meniggalnya. Contah, kalau meninggal bulan suro, menghitungnya kalau sudah dapat 3 suro lalu di tambah 10 bulan terus menghitungnya di mulai bulan suro. Misal suro, sapar, maulud, bakda mulud, mandinawal, mandilakhir, rejeb, ruwah, poso, sawal. Berarti selamatanya bulan sawal. Contoh mati bulan suro hari senen  pahing, berarti selamatanya untuk 1000 Harinya bulan sawal hari sabtu legi
Terima kasih sudah berkunjung ke blog saya. Mudah mudahan bisa manfaat untuk para pembaca semua, saya minta maaf apa bila ada salah kata, karena saya sadar masih banyak kekurang dan saya tunggu kritik dan saranya

Sabtu, 11 Februari 2012

Kembang  Setaman
Uborampe ini sangat fleksibel, cakupannya luas dan dimanfaatkan dalam berbagai acara kegiatan spiritual. Kembang setaman versi Jawa terdiri dari beberapa jenis bunga. Yakni, mawar, melati, kanthil, dan kenanga. Lihat dalam gambar.Adapun makna-makna bunga tersebut yang sarat akan makna filosofis adalah sbb :

1. Kembang KANTHIL, kanthi laku, tansah kumanthil
Atau simbol pepeling bahwa untuk meraih ngelmu iku kalakone kanthi laku. Lekase kalawan kas, tegese kas iku nyantosani. Maksudnya, untuk meraih ilmu spiritual serta meraih kesuksesan lahir dan batin, setiap orang tidak cukup hanya dengan memohon-mohon doa. Kesadaran spiritual tak akan bisa dialami secara lahir dan batin tanpa adanya penghayatan akan nilai-nilai luhur dalam kehidupan sehari-hari. Bunga kanthil berarti pula, adanya tali rasa, atau tansah kumanthil-kanthil, yang bermakna pula kasih sayang yang mendalam tiada terputus. Yakni curahan kasih sayang kepada seluruh makhluk, kepada kedua orang tuanya dan para leluhurnya.

2. Kembang MLATHI, rasa melad saka njero ati.
Dalam berucap dan berbicara hendaknya kita selalu mengandung ketulusan dari hati nurani yang paling dalam. Lahir dan batin haruslah selalu sama, kompak, tidak munafik. Menjalani segala sesuatu tidak asal bunyi, tidak asal-asalan. Kembang melati, atau mlathi, bermakna filosofis bahwa setiap orang melakukan segala kebaikan hendaklah melibatkan hati, jangan hanya dilakukan secara gerak ragawi saja.

3. Kembang KENANGA, Keneng-a!
Atau gapailah..! segala keluhuran yang telah dicapai oleh para pendahulu. Berarti generasi penerus seyogyanya mencontoh perilaku yang baik dan prestasi tinggi yang berhasil dicapai para leluhur semasa hidupnya. Kenanga, kenang-en ing angga. Bermakna filosofis agar supaya anak turun selalu mengenang, semua “pusaka” warisan leluhur berupa benda-benda seni, tradisi, kesenian, kebudayaan, filsafat, dan ilmu spiritual yang banyak mengandung nilai-nilai kearifan lokal


4. Kembang MAWAR, Mawi-Arsa
Mawar, atau awar-awar ben tawar. Buatlah hati menjadi “tawar” alias tulus. Jadi niat tersebut harus berdasarkan ketulusan, menjalani segala sesuatu tanpa pamrih, sekalipun pamrih mengharap-harap pahala. Pahala tetap saja “upah” yang diharapkan datang dari tuhan apabila seseorang melakukan suatu perbuatan baik. Pamrih pahala ini tetap saja pamrih, berarti belum mencapai ketulusan yang tiada batas atau keadaan rasa tulus pada titik nihil, yakni duwe rasa, ora duwe rasa duwe (punya rasa tidak punya rasa punya) sebagaimana ketulusan tuhan/kekuatan alam semesta dalam melimpahkan anugrah kepada seluruh makhluk. Pastilah tanpa pamrih.
4.1. Mawar Merah
Mawar melambangkan proses terjadinya atau lahirnya diri kita ke dunia fana. Yakni lambang dumadine jalma menungsa melalui langkah Triwikrama. Mawar merah melambangkan ibu. Ibu adalah tempat per-empu-an di dalam mana jiwa-raga kita diukir. Dalam bancakan weton dilambangkan juga berupa bubur merah (bubur manis gula jawa).
4.2. Mawar Putih
Mawar putih adalah perlambang dari bapa yang meretas roh kita menjadi ada. Bapanya adalah Bapa langit, Ibunya adalah Ibu Bumi. Bapanya jiwa bangsa Indonesia, Ibunya adalah nusantara Ibu Pertiwi.  Keduanya mencetak “pancer” atau guru sejati kita. Maka, pancer kita adalah pancerku kang ana sa ngisore langit, lan pancerku kang ana sa nduwure bumi.  Sang Bapa dalam bancakan weton dilambangkan pula berupa bubur putih (santan kelapa). Lalu kedua bubur merah dan putih, disilangkan, ditumpuk, dijejer, merupakan lambang dari percampuran raga antara Bapa dan Ibu. Percampuran ragawi yang diikat oleh rasa sejati, dan jiwa yang penuh cinta kasih yang mulia, sebagai pasangan hidup yang seiring dan sejalan. Perpaduan ini diharapkan menghasilkan bibit regenerasi  yang berkwalitas unggul. Supaya melahirkan suatu negeri yang tiada musibah dan bencana, subur makmur, gemah ripah loh jinawi, tata titi tentrem kerta raharja.

Kembang Telon
Terdiri tiga macam bunga. Bisa menggunakan bunga mawar putih, mawar merah, dan kanthil. Atau mawar, melati, kenanga. Atau mawar, melati, kantil. Telon berasal dari kata telu (tiga). Dengan harapan agar meraih tiga kesempurnaan dan kemuliaan hidup (tri tunggal jaya sampurna). Sugih banda, sugih ngelmu, sugih kuasa.

Kembang Boreh, Putihan
Terdiri dari tiga macam bunga yang berwarna putih. Yakni kanthil, melati, dan mawar putih. Ditambah dengan “boreh” atau parutan terdiri dua macam rempah; dlingo dan bengle. Agar segala sesuatu selalu dalam tindak tanduk, perilaku yang suci murni. Karena putih di sini melambangkan kesucian dan ketulusan hati. Kembang telon bermakna pula sebagai pengingat agar supaya kita selalu eling dan waspada.

Rabu, 23 Maret 2011

Serba serbi tumpeng


Serba serbi tumpeng

Masyarakat jawa memiliki tradisi dan adat yang bernilai tinggi.tradisi dalam budaya jawa hingga kini masih tetap di jalankan secara turun temurun oleh masyarakat jawa dari dahulu kala. kehidupan masyarakat jawa erat kaitanya dengan upacara dan kegiatan bersifat ritual baik yang berkaitan dengan lingkar kehidupan manusia maupun acara kusus lainya berbagai macam upacara tradisional masih di selenggarakan oleh masyarakat jawa, contohnya Memperingati Lahirnya Nabi Muhamad SAW yang di sebut dengan Mauludan, orang jawa biasanya merayakan dengan cara kendurian sebagai rasa syukur masyarakat jawa biasanya mempersembahkan berbagai macam buah-buahan, kue, dan yang tak lupa adalah tumpeng rasulan.
Tumpeng berasal dari kata, “tumapaking panguripan-tumindak lempeng temuju pangeran”yang artinya berkiblatlah kepada pemikiran bahwa manusia itu harus hidup menuju jalan Alloh. Tumpeng rasul biasa di sajikan untuk menghormati dan mendoakan arwah para rasul, sahabat, dan keluarganya.Tidak hanya itu, dari bentuk dan bahan-bahan yang di pakai semua ada maksut dan artinya, contohnya

1. Ujung nasi yang berbentuk kerucut itu namanya namanya “buceng”. Buceng dari kata “nyebuto sing kenceng” artinya adalah, sadarlah dan ingatlah.

2. Tempat lauk pauk itu ada lima, itu melambangkan Rukun Islam dan Sholat Lima waktu jangan sampai di lupakan.

3. bahan lauk pauk terdiri dari
 Ayam, ayam mewakili hewan dari darat. Yang melambangkan ke ikhlasan berkurban

 Ikan, ikan mewakili hewan dari laut contohnya ikan bandeng. Ikan bandeng melambangkan kesadaran hati sesuai dengan kebiasaan hidup ikan bandeng yang selalu berenang di dasar sungai / kolam. Kebiasaan kehidupan ikan bandeng juga di harapkan akan dapat di terapkan dalam kehidupan kita sehari-hari, agar tidak segan-segan untuk meniti karier dari bawah dari bawah.

 Ikan teri. ikan teri dalam bentuk rempeyek di goreng dalam balutan tepung. Keduanya melambangkan kerukunan karena ikan ini selalu hidup bergerombol

 Telur. Telur seharusnya di sajikan dalam bentuk utuh bersama kulitnya karena kulit telur, putih telur, kuning telur melambangkan tindakan yang harus kita lakukan dalam kehidupan yakni menyusun rencana dengan baik, bekerja sesuai dengan rencana dan mengevaluasi hasilnya demi ke suksesanya. Ada jugak yang menggambarkan sebagai silsila manusia yaitu “lahir, urip, mati”,( lahir tujuanya apa? Hidup mau yang seperti apa? Mati mau mati yang bagai mana?) itu adalah pilihan, semua terserah anda

 Gudhangan / urap urap, mewakili tumbuhan darat. Jenis sayur yang digunakan tidak boleh sembarangan, karena tiap sayuran mengandung perlambang terntentu. Sayuran yang harus adalah:

 Kankung, kangkung dapat tumbuh di darat dan di air, begitu jugak yang di harapkan bahwa manusia harus sanggup hidup di mana saja dan dalam kondisi apa saja

 Bayam, bayam melambang kehidupan yang ayem tentrem (aman dan damai)

 Taoge / kecambah. Dalam sayuran kecil ini terkandung makna kreativitas yang tinggi.hanya seseorang yang mempunyai kreativitas tinggi yang dapat berhasil dalam hidupnya. Taoge / kecambah juga melambangkan kesuburan dan kemudahan hidup

 Kacang panjang. Maknanya agar manusia selalu berpikir panjang sebelum bertindak. Kacang panjang jugak mengandung harapan agar di beri umur panjang

 Kluwih, biasanya di buat bumbunya, harapanya agar rejekinya bertanbah atau luwih-luwih. Kluwih jugak melambangkan kepandaian yaitu agar selalu bisa unggul di banding orang lain di manapun berada.

 Yang lain seperti tempe bacem, tahu, perkedel, kentang dll, itu hanya perlengkapan. Melambangkan satu sama yang lain saling membutuhkan dan saling tekait.

Rabu, 17 Maret 2010

MAKNA TAMBANG JAWA
1.Maskumamban: Mengambarkan sang bayi yang masi ada di dalam kndungan sang ibu, yang masi belum tau identitasnya. Mas artinya belum tau itu laki-laki atau perempuan, kumambang artinya, ngambang atau hidup yang mengambang di dalam kandungan sang ibu.
2.Mijil: Sudah lahir dan sudah jelas identitaasnya, laki-laki atau perempuan
3.Kinanthi: Berasal dari kata kanthi atau tutun yang berarti di tutun supaya bisa berjalan dan mencari kehidupan di dunia
4. Sinom: Artinya kanoman atau muda, yang artinya mumpung masih muda dan masih banyak peluang untuk mencari ilmum sebanyak-banyaknya.
5. Asmaradana: Artinya roso tresno atau kasih sayang kepada orang lain (laki-laki dan perempuan)
6. Gambuh: Berasal dari kata jumbuh atau sarujuk yang artinya, kalau sudah cocok antara laki-laki dan perempuan, dan sudah sama-sama punya rasa kasih sayang, terus melajutkan hidup berumah tangga (pernikahan)
7. Dandanggulo: Menggambarkan orag yang sedang senang, karena apa yang di dambakan sudah tercapai, seperti mempunyai istri, anak, hidup yang cukup. Maka dari itu kalau orang yang lagi senang hatinya bisa di bilang dandanggulo.
8. Durmo: Berasal dari kata darma, weweh,baik. Kalau orang yang sudah hidupnya berkecukupan, lalu harus berbelas kasian kepada sesame yang sedang kesusahan. Maka dari itu harus berbagi. Semua itu juga bisa dukung dari agama dan wataknya.
9. Pangkur: Berasal dari kata mungkur, yang artinya menghindari hawa napsu dan angkara murka.
10. Megatruh: Berasal dari kata megat roh atau mati. Karena sudah wakyunya di panggil yang maha kuasa. Dan karena Orang hidup di dunia pasti akan mati
11. Pucung: Kalau sudah mati terus di bungkus kain putih dan ikat, itu namanya pucung terus di kubur. Nah berarti sudah berakhir hidupnya manusia di dunia ini.

Rabu, 30 Desember 2009

filosofi gamelan

Gamelan berasal dari kata gamel yang artinya melakukan, gamelan pertama di buat pada tahun 167, dan terbuat dari bambu dan gamelan itu orkestranya orang jawa. Gamelan itu banyak mengandung filosofi contohnya: Bunyinya: nang ning nung neng nong. Nang (menang), ning (wening, berfikir) nung (ndhunung, berdo’a ), neng (meneng, diam), nong (Tuhan). Namanya: G (gusti), A (alloh), M (maringi), E (emut-ingat), L (lakonono), A (ajaran), N (nabi).

TATA CARA MEMAINKAN GAMELAN :
1.Dalam memainkan gamelan kita harus mempelajari unsur-unsur yang menunjang, seperti aturan main, tata susila, rasa kebersamaan dan kepekaan emosional.
2.Dilakukan dengan sikap yang baik dan duduk bersila.
3.Masuk areal gamelan tidak boleh melangkai alat gamelan.

MACAM-MACAM INSTRUMENT GAMELAN:
1. Bonang barung dan bonang penerus:
Ricikan yang berbentuk pencon yang diletakkan diatas rancakan dengan susunan 2 deret yaitu bagian atas disebut brunjung dan bagian bawah disebut dhempok. Terdiri dari 2 rancak. 1 rancak untuk laras slendro yang berisi 10/ 12 pencon, dan laras pelok berisi 14 pencon.
2. Wilahan (terdiri dari):
• Saron 1 dan 2
• Demung
• Slentem
• Peking
Wilahan berbentuk pipih terletak diatas rancakan yang terbuat dari kayu, ada 2 rancak, 1 rancak untuk laras slendro, dan 1 rancak untuk laras pelog
3. Kempul
Kempul menandai aksen-aksen penting dalam kalimat lagu/ gending untuk menegaskan ketukan
4. Gong ( Gong gede dan gong suwukan )
Gong menandai permulaan dan akhiran gending dan memberikan rasa keseimbangan setelah berlalunya kalimat lagu.
5. Gambang
Gambang ada3 rancak dengan bilah yang di buat dari kayu, 1 reancak untuk slendro, 2 rancak untuk pelok, masing-masing rancak terdiri dari 21 bilah mulai dari nada 5 sampai dengan nada 5.
6. Gender ( Gender barung dan gender penerus )
Bentuk bilah menggunakan tabung atau bumbungan yang di buat dari bamboo.
Sebagai resonator. Gender barung berisi 14 bilah, gender penerus 14 bilah.
7. Kethok kenong
Dalam memberi batasan sturktur suatu gending, kenong adalah instrument kedua yang peling penting setelah gongdan menuntun alur l
8. Celempung
Celempung instrument kawat petik. Kawatnya terdiri dari 13 pasang ditegakkan antara paku atas dan bawah, ada 3 buah satu untuk laras slendro dan 2 untuk laras pelok
9. Kemanak
Bentuknya seperti buah pisang, untuk mengiringi tari buidaya dan srimpi
10. Khendang
Kendhang dimainkan dengan jari dan telapak tangan, Kendhang yang menentukan irama dan tempo, (menjaga keajekan tempo, menuntun peralihan cepat atau lambat, menghentikan irama gamelan). Macam kendhang. ( ada kendang gede, kendang wayangan, kendshang ciblon, dan ketipung).
11. Rebab
Rebab berbentuk biola. Nabuhnya dengan cara digesek
12. suling
(Terbuat dari Bambu yang di lubangi )
13. sitter
Sliter instrument kawat petik yang terdiri dari 13 pasang, (alat ini lebih kecil dari celempung)

CARA MEMBUNYIKAN GAMELAN:
1. Dikebuk
Contoh: Bedhuk, Kendang
2. Dipukul
Contoh : Gender, gambang, kemanak, kecer, saron, bonang, kenong, kempul, gong.
3. Digesek :
Contoh : Rebab
4. Dipetik
Contoh : Celempung dan sitter
5. Ditiup
Contoh : Suling.

PERAN RICIKAN / INSTRUMENT GAMELAN:
Masing-masing instrument mempunyai perbedaan bantuk, peran dan fungsi. Untuk menyatukan hal tersebut, ada pembagian tugas dari masing-masing instrument, yaitu :
• Pamurba wirama
Bertugas untuk menguasai irama dalam sajian, menentukan tempo dan volume serta menghentikan gendhing. Instrument kendhang.
• Pamurba lagu :
Bertugas penetu dan penuntun lagu, menunjukan nafas, jiwa, dan karakter gendhing yang disajikan. Instrument Rebab, gender, bonang.
• Pamangku wirama
Bertugas menjaga irama, mempertegas tempo yang telah adea. Instrument Kethuk,kenong,kempyang,kempul dan gong
• Pamangku lagu
Bertugas memjalankan lagu yang sudah ada, serta mempertegas melodi. Instrument Gender,Saron, demung dan peking.
• Pangrengga lagu
Bertugas mengisi lagu. Instrument Gender penerus, suling, celempung dan sitter.

Sabtu, 12 Desember 2009

Gamelan yang menenangkan

Dalam tradisi jawa diajarkan untuk senantiasa menghargai semesta. Wujud dari penghargaan ini dapat terlihat dengan jelas dalam tradisi gamelan jawa yang menghargai terhadap seni, budaya dan keramahtamahan terhadap diri maupun orang lain.